Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Bupati Deli Serdang Lantik TUJUH Pengawas dan 402 Kepsek Baru, 31 Orang Lama Diberhentikan

Senin, 09 Februari 2026 | Senin, Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T15:12:55Z


Faktaterkini.co.id, Deli Serdang
- Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, melantik tujuh pengawas dan 402 kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Deli Serdang. Pelantikan berlangsung di Graha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Senin (9/2/2026).


Asri Ludin mengatakan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di Kabupaten Deli Serdang yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.


Ia menjelaskan, pelantikan kali ini merupakan pelantikan tahap kedua. Sebelumnya, telah dilantik 58 kepala sekolah, sementara sekitar 50 kepala sekolah lainnya masih akan segera berakhir masa tugasnya.


Namun, karena sistem pendidikan yang belum sepenuhnya tertata, proses pelantikan dilakukan secara bertahap. Pada pelantikan kali ini, 31 orang dilantik sebagai kepala sekolah baru, sedangkan lebih dari 300 kepala sekolah lainnya merupakan hasil rotasi jabatan.


Selain itu, Ia juga memberhentikan 31 kepala sekolah karena dinilai melakukan berbagai pelanggaran.


“Kepala sekolah yang saya berhentikan adalah mereka yang setiap tahun menunda pengembalian pajak dari penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bermasalah dalam kegiatan revitalisasi tahun 2025, serta memiliki konflik dengan murid, orang tua, dan lingkungan,” ujarnya.


Asri Ludin mengaku tidak puas terhadap kondisi pendidikan saat ini. Ia menyebut, secara ideal dibutuhkan sekitar 200 kepala sekolah baru, namun dengan kondisi yang ada, kebijakan rotasi besar-besaran harus dilakukan.


Ia memberikan ultimatum kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara ketat dalam waktu enam bulan ke depan.


“Enam bulan dari hari ini, jika tidak ada perbaikan di sekolah Anda, bukan rotasi yang akan saya lakukan, tetapi pemberhentian. Kepala sekolah itu adalah guru yang diberi tugas tambahan, bukan jabatan struktural. Kewenangan mutlak ada di kepala daerah,” ucapnya.


Sejumlah indikator evaluasi yang akan menjadi perhatian antara lain kebersihan lingkungan sekolah dan toilet, kedisiplinan siswa, pelaksanaan lagu Indonesia Raya, capaian akademik siswa sesuai jenjang pendidikan, pemenuhan jam mengajar guru, serta pengelolaan dana BOS yang bersih dan transparan.


Dalam kesempatan itu, Asri Ludin menegaskan tidak akan mentolerir praktik pungutan liar maupun dugaan suap dalam pengangkatan kepala sekolah.


“Di era saya dan Wakil Bupati, tidak ada bayaran untuk menjadi kepala sekolah. Jika ada pejabat atau oknum yang meminta uang, laporkan. Akan saya berhentikan saat itu juga,” katanya.


Selain aspek manajerial, Asri Ludin menekankan pentingnya pembinaan karakter dan disiplin siswa.


“Saya ingin anak-anak Deli Serdang menjadi anak yang beretika dan disiplin. Pintar saja tidak cukup. Jangan sampai lulus SD belum bisa membaca atau lulus SMP belum mampu menghitung matematika sederhana,” ujarnya.


Ia juga menginstruksikan seluruh sekolah untuk memasang spanduk besar di depan gerbang sekolah yang menyatakan bahwa pendidikan bersifat gratis dan tidak memungut biaya apapun.


Dalam pengelolaan sekolah, kepala sekolah diminta bersikap tegas terhadap seluruh guru, baik aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), maupun tenaga honorer. Guru yang tidak disiplin dan tidak layak mengajar diminta untuk dievaluasi secara objektif hingga pemutusan kontrak jika diperlukan.


“Negara ini tidak bisa dibangun oleh orang-orang yang hanya mau menikmati uang negara tetapi tidak mau bekerja untuk rakyat. Jika Anda membiarkan itu terjadi, Anda saya anggap bersubahat,” katanya.


Ia kembali menegaskan jabatan harus dipertahankan melalui kinerja, bukan melalui pendekatan atau tekanan dalam bentuk apapun. Asri Ludin meminta para kepala sekolah agar tidak takut menghadapi wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat selama bekerja sesuai aturan.


“Kerja yang benar, hadapi semuanya dengan terbuka. Jangan takut diberitakan. Selama berada di koridor yang benar, tidak ada yang perlu ditakuti,” pesannya. (Redaksi)

×
Berita Terbaru Update